Showing posts with label Sosial. Show all posts
Showing posts with label Sosial. Show all posts

Monday, 28 January 2013

Pengertian Konflik Sosial


Untuk bahan pustaka karya tulis ilmiah.artikel/makalah, pengertian berikut bermanfaat sebagai referensi karena pengertian ini berdasarkan peraturan, yakni UU Nomor 7 Tahun 2012.

Pengertian konflik sosial
Konflik Sosial, yang selanjutnya disebut Konflik, adalah perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.

Pengertian penanganan konflik 
Penanganan Konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana dalam situasi dan peristiwa baik sebelum, pada saat, maupun sesudah terjadi Konflik yang mencakup pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pascakonflik.

Pengertian pencegahan konflik
Pencegahan Konflik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencegah terjadinya Konflik dengan peningkatan kapasitas kelembagaan dan sistem peringatan dini.

Unduhan:

Thursday, 17 January 2013

Kuesioner Tipe Gaya Kerja


Kuesioner berikut sebagai evaluasi diri untuk mengetahui profil gayabe kerja. Dalam bekerja pasti beriteraksi dengan orang lain baik bawahan maupun atasan. Melalui 10 masalah berikut tipe gaya kerja Anda dapat dibaca dalam kecenderungan empat tipe: Si Perasa, Si Pengamat, Si Pemikir, dan Si Pekerja.

Bagaimana tipe gaya kerja Anda?

Petunjuk: Dalam setiap nomor di bawah ini, berikan ranking terhadap pernyataan a sampai d dengan nilai:
4 bagi pernyataan yang paling menggambarkan Anda,
3 bagi pernyataan yang cukup menggambarkan Anda,
2 bagi yang sedikit menggambarkan Anda,
1 bagi yang tidak menggambarkan Anda


1. dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, saya cenderung:
a. mengambil pendekatan step-by-step
b. segera bertindak,
c. mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain,
d. memastikan saya memiliki semua bukti.

2. saya merasa banyak bilajar bila saya:
a. mendengarkan diskusi antara teman-teman di kantor,
b. bekerja dalam tim kecil dengan sejawat saya,
c. membaca buku-buku baru, artikel, dan studi kasus,
d. turun ke lapangan dan bertemu langsung dengan banyak orang di luar sana.

3. Jika dalam sebuah rapat, atasan mengajukan pertanyaan yang bisa saya jawab, saya akan:
a. memberikan kesempatan orang lain menjawab dulu,
b. langsung memberikan jawaban,
c. mempertimbangkan apakah jawaban saya akan disukai,
d. memikirkan baik-baik jawaban saya sebelum menjawab.

4. Dalam sebuah diskusi kelompok, saya akan:
a. mendorong peserta lain memberikan pendapat,
b. mempertanyak pendapat peserta lain,
c. siap memberikan pendap[at saya,
d. mendengarkan pendpat peserta lain sebelum berpendapat.

5. Ketika atasan member masukan terhadap pekerjaan saya, saya mendengarkannya karena saya ingin mengetahui:
a. cara-cara praktis,
b. pokok-pokok yang logis,
c. Ide utama yang ia sampaikan,
d. pengalaman-pengalaman menarik yang biasanya ia sampaikan.

6. Setiap kali mengikuti sebuah pelatihan, saya terkesan dengan kemampuan pelatih dalam hal:
a. pengetahuan dan keahlian,
b. kepribadian dan gaya,
c. penggunaan metode dan kegiatan,
d. pengorganisasian dan pengendalian.

7. Saya lebih suka jika informasi diberikan dengan cara berikut:
a. secara visual semacam bagan alur,
b. poin-poin penting,
c. penjelasan rinci,
d. dilengkapi contoh-contoh.

8. Saya bisa memahami sesuatu dengan baik jika saya:
a. melihat hubungan antara ide, kegiatan, dan keadaan,
b. berinteraksi dengan orang lain,
c. memeroleh tip-tip praktis,
d. mengamati orang lain mengerjakannya lebih dulu.

9. Setelah mengikuti sebuah pelatihan, saya:
a. cenderung memikirkan apa yang telah saya pelajari,
b. tak sabar untuk segera mempraktikkan yang telah dipelajarai
c. merefleksikan pengalaman belajar tersebut secara keseluruhan,
d. menceritakan pengalaman tersebut pada orang lain.

10. Metode pelatihan yang tidak saya sukai adalah:
a. berpartisipasi dalam kelompok kecil,
b. mendengarkan ceramah,
c. membaca dan menganalisa studi kasus,
d. berpartisipasi dalam bermain peran.


Lembar Penilaian
Petunjuk: catat jawaban Anda sesuai nomor berikut, lalu jumlahkan nilai per kolom! Dengan melihat jumlah akan diketahui kecenderungan tipe gaya kerja Anda.

Si Perasa
Si Pengamat
Si Pemikir
Si Pekerja
1c = 
1a =
1d =
1b =
2b =
2a =
2c =
2d =
3c =
3a =
3d =
3b =
4a =
4d =
4b =
4c =
5d =
5c =
5b =
5a =
6b =
6d =
6a =
6c =
7d =
7a =
7c =
7b =
8b =
8d =
8a =
8c =
9d =
9c =
9a =
9b =
10c =
10a=
10d=
10b=
Total =
Total =
Total =
Total =


Profil Gaya Bekerja
Untuk melihat tipe gaya bekerja si perasa, si pengamat, si pemikir, dan si pekerja silakan baca postingan lain di sini.

Sumber: Buku Kepemimpinan Fasilitatif, Seri Teknologi Pelatihan. USAID, LGSP 2009


Tuesday, 15 January 2013

Profil Gaya Bekerja

Tipe atau watak gaya bekerja seseorang ada Si Pengamat, Si Pemikir. Si Pekerja, Si Perasa. Berikut ganbaran kepribadian keempat tipe kerja tersebut.

Si Perasa 
Adalah orang yang sangat “people-oriented”. Golongan ini sangat ekspresif dan fokus pada perasaan dan emosi. Menyukai cara bekerja yang melibatkan perasaan dan cenderung pada jenis pekerjaan yang berkaitan sikap dan emosi manusia. Golongan ini menukai lingkungan belajar yang terbuka dan tidak terstruktur. Mereka suka bekerja dalam kelompok dan kegiatan berbagi pendapat dan pengalaman. 

Si Pengamat 
Adalah mereka yang suka mengamati dan mendengarkan. Mereka cenderung hati-hati, pendiam dan berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak atau berpartisipasi dalam kelas. Jika mereka menolak memberikan pendapat atau menjawab pertanyaan, mereka akan langsung mengatakannya. Mereka menyukai pengalaman, belajar yang memungkinkan mereka menggali beragam ide dan pendapat, dan mereka cenderung bisa belajar dengan baik tahu sendiri. 

Si Pemikir 
Golongan ini mengandalkan logika dan petimbangan yang sehat. Mereka suka berbagi ide dan konsep. Menukai kegiatan yang membutuhkan analisa dan evaluasi. Selalu mempertanyakan alas an dari kegiatan yang dilakukan dan pernyataan yang menurut mereka terlalu umum atau tidak bermutu. Mereka cenderung bekerja sendiri dan mempertanyakan hubungan permainan peran dan simulasi. 

Si Pekerja 
Golongan ini senang terlibat secara aktif dalam proses belajar. Mereka akan bertanggung jawab dalam kegiatan kelompok dan cenderung mendominasi diskusi. Mereka suka mempraktikkan apa yang mereka pelajari, terutama tertarik dengan bagaimana mereka dapat mengaplikasikan yang mereka pelajari dalam keseharian mereka. Mereka suka dengan informasi yang diberikan secara jelas dan ringkas, dan sangat tidak suka dengan diskusi yang bertele-tele.

Anda ingin mengetahui termasuk tipe yang mana?
Silakan isi kuesioner yang terdiri 10 permasalahan di sini. Dengan menjumlahkan skor jawaban maka akan diketahui kecenderungan profil gaya bekerja Anda.

Sumber: 
Lampiran 3 Buku Kepemimpinan Fasilitatif, Seri Teknologi Pelatihan. USAID, LGSP 2009


Monday, 14 January 2013

Hak Fakir Miskin

Hak fakir miskin diatur menurut UU 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Apa pengertian fakir miskin menurut UU?

UUD 1945 Pasal 34 ayat (1) menyebutkan "Fakir miskin dan anak -­anak terlantar dipelihara oleh negara".
Dalam UU 13/2011 Pasal 1 ayat (1) dijelaskan, "Fakir  miskin  adalah  orang  yang  sama  sekali  tidak 
mempunyai  sumber  mata  pencaharian  dan/atau mempunyai  sumber  mata  pencaharian  tetapi  tidak mempunyai  kemampuan  memenuhi  kebutuhan  dasar yang  layak  bagi  kehidupan  dirinya  dan/atau keluarganya.

Kebutuhan dasar, menurut ayat (2) UU 13/2011, "Kebutuhan  dasar  adalah  kebutuhan  pangan, 
sandang,  perumahan,  kesehatan,  pendidikan, pekerjaan, dan/atau pelayanan sosial."

Hak Fakir Miskin (UU 13/2011 Pasal 3) 

Fakir miskin berhak: 
a.  memperoleh  kecukupan  pangan,  sandang,  dan perumahan; 
b.  memperoleh pelayanan kesehatan; 
c.  memperoleh  pendidikan  yang  dapat  meningkatkan martabatnya; 
d.  mendapatkan  perlindungan  sosial  dalam membangun,  mengembangkan,  dan  memberdayakan diri  dan  keluarganya  sesuai  dengan  karakter budayanya; 
e.  mendapatkan  pelayanan  sosial  melalui  jaminan sosial,  pemberdayaan  sosial,  dan  rehabilitasi  sosial dalam  membangun,  mengembangkan,  serta memberdayakan diri dan keluarganya; 
f.  memperoleh derajat kehidupan yang layak; 
g.  memperoleh lingkungan hidup yang sehat; 
h.  meningkatkan  kondisi  kesejahteraan  yang berkesinambungan; dan 
i.  memperoleh pekerjaan dan kesempatan berusaha.